Ujian Lisan 15/05/17 Ekonomi Makro Islam

Ceritanya pagi ini, setiap mahasiswa diwajibkan untuk memaparkan materi makalah yang dibuatnya dalam waktu ±5 menit. Jadi gini, semua materi yang terangkum pada satu makalah yang dulu pernah dibuat yang banyaknya ada beberapa lembar dipaparkan dan hanya dikasih waktu ±5 menit. Di depan dosen tentunya. Setelah materi makalah selesai dipaparkan, dosen memberi satu pertanyaan untuk dijawab dalam waktu ±10 menit. 😀

Kebetulan dulu saya membuat makalah yang fokus kajiannya adalah economic value of time. So, ini sedikit tentang apa-apa yang saya pahami dalam economic value of time. 🙂

Lanjut!

Dalam dunia ekonomi khususnya yang memfokuskan pada masalah moneter dan fiskal, rasanya janggal jika kita tidak membahas masalah “uang”. Kita sepakat bukan, bahwasanya di dalam kehidupan manusia uang merupakan suatu alat pemenuhan bagi kebutuhan manusia dan alat pemudah aktivitas perekonomian.

Oleh karena itu, uang sangatlah penting untuk kehidupan kita. Pada awal peradaban untuk memenuhi kebutuhannya, manusia memperoleh makanan dengan cara berburu, kemudian dengan cara barter, kemudian menggunakan uang logam dan sampai saat ini menggunakan uang kertas dan sungguh begitu sempurnanya perkembengan uang hingga saat ini.

Berkenaan dengan masalah uang, sistem ekonomi yang berlaku memiliki pandangan yang berbeda. Perbedaan utama antara ekonomi konvensional dengan ekonomi Islam yaitu dari segi filosofinya, mengenai pandangan terhadap waktu dan uang.

Ekonomi konvensional mengenal konsep time value of money yaitu berpandangan bahwa nilai uang yang dimiliki saat ini lebih berharga dibandingkan dengan nilai uang dimasa yang akan datang.

Sedangkan dalam Islam hanya mengenal konsep economic value of time, yaitu konsep yang menyatakan bahwa waktulah yang memiliki nilai ekonomi, bukan uang yang memiliki nilai waktu.

Economic value of time sendiri merupakan salah satu syarat dan ciri dari ekonomi islam.

Economic value of time memiliki arti memaksimumkan nilai ekonomis suatu dana pada periodik waktu.

Jika dasar perhitungan pada kontrak berbasis time value of money adalah bunga, maka dasar perhitungan pada kontrak berbasis economic value of time adalah nisbah.

Economic value of time relatif lebih adil dalam perhitungan kontrak yang bersifat pembiayaan bagi hasil (joint venture). Economic value of time dalam perhitungannya dapat menggunakan konsep revenue sharing atau profit sharing. Konsep revenue sharing atau profit sharing berdampak pada tingkat nisbah yang menjadi perjanjian kontrak kedua belah pihak.

Konsep cost of fund dalam economic value of time menggunakan Islamic Security Market Line dengan nilai variabel risk free = 0.

Value dari pembiayaan atau investasi yang dilakukan menggunakan metodologi bet present value at risk. Misal, seperti dalam menghitung nisbah bagi hasil di Bank Syariah.

Dalam proses penentuan nisbah ini sendiri, return on capital harus diperhitungkan. Return on capital ini tidak sama dengan return on money. Return on capital tergantung jenis bisnisnya dan berkaitan dengan sector riil, sedangkan return on money berkaitan dengan interest rate. 

Penentuan nisbah bagi hasil harus dilakukan diawal, dan untuk itu digunakan project return. Jika ternyata acual return dari bisnis yang dibiayai tidak sama dengan proyeksinya, maka yang digunakan adalah angka actual, bukan angka proyeksi. Hal ini menunjukan bahwa Islam tidak mengenal time value of money.

Time mempunyai economic value jika dan hanya jika waktu tersebut dimanfaatkan dengan menambah factor produksi yang lain, sehingga menjadi capital dan memperoleh return.

Okey! 😉

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk berkunjung dicurhatan saya ini. 😀 Selamat beraktivitas dan semoga kita semua selalu berada di jalan yang semoga jalan-Nya. 😉 🙂

Celoteh Kosong :-D

Hari yang menyenangkan bisa berkumpul dengan (bapak ibuk) kedua orang tua 🙂 Ini nih, ceritanya. 😀

Seperti biasa, saya bangun tidur jam sebelas siang (kebiasaan bangun siang sih) 😀 Sehabis membuka mata saya tidak langsung beranjak meninggalkan tempat tidur guys 😉 Termenung diatas kasur sambil meluk guling 😀 Ngeinget-inget sewaktu tidur mimpi apa (waks!!) 😀 😀 Mungkin kebiasaan sejak kecil kali ya 🙂

Pertanyaannya: Eh! Bushet!! Kemaren malem tidur jam berapa bang! Kok hari ini bangunnya sampe jam sebelas siang.

Okey! 😉 Tiap kali di rumah, saya itu punya kebiasaan tidur jam lima pagi/sehabis subuhan. Padahal sih ya, semaleman nggk ngapa-ngapain juga sih. 😀 But, nggk tau tuh, kok bisa gitu tidur jam lima pagi. 😀 🙂 😀

Celoteh Kosong
Rembang, 13 Mei 2017

Ingin Dikenal Dosen Pengampu? Simak Baik-baik Kriteria Mahasiswa Berikut Ini

Kali ini, saya ingin mengawali tulisan dengan ucapan terimakasih kepada beberapa dosen pengampu mata kuliah saya selama ini (dari mulai semester satu s/d enam). 😀

Bukan karena apa-apa saya menulis celoteh ini. Sebab, selama kuliah (mungkin) saya terlalu sering membuat jengkel beberapa dosen pengampu. 🙂 😀

Next, dari pengalaman kuliah saya selama ini, saya mengamati ada beberapa kriteria mahasiswa yang dengan kriteria itu membuat beberapa dosen pengampu hafal siapa-siapa nama mahasiswa tersebut. 🙂

Yuk, simak baik-baik yaa.. 😉

Yang pertama, mahasiswa yang pinter. Nah, untuk kriteria mahasiswa yang pinter ini sendiri saya golongkan menjadi beberapa kategori:

1.) Aktive

Yakni mahasiswa yang aktive di kelas perkuliahan seperti contoh ketika di kelas perkuliahan sering bertanya dan juga menyanggah.

2.) Kreative

Yakni mahasiswa yang mengikuti organisasi, baik itu organisasi intra kampus maupun ekstra kampus. Nah, kenapa mahasiswa yang mengikuti organisasi saya masukkan ke dalam kategori kreative. Kenapa bukan dikategori aktive. Jawabannya karena mahasiswa yang mengikuti ornagisasi sudah pasti aktive di dalam kelas perkuliahan dan yang aktive di kelas perkuliahan belum tentu mengikuti organisasi. Well, saya lebih menitikberatkan pengalaman seorang mahasiswa sebagai bentuk kreativitasnya. Dan yang terakhir, suka berinteraksi/mengklik “like” dan atau berkomentar di akun media sosial dosen pengampu. Seperti, facebook/instagram/twitter dll.

3.) Produktive

Yakni mahasiswa yang suka mencatat materi kuliah dibuku saku/tulisnya. Duduknya selalu paling depan. Datangnya tepat waktu. Dan lebih suka bertanya timbang menyanggah.

Yang kedua, mahasiswa yang kurang pinter. Nah, untuk kriteria ini sendiri saya hanya menggolongkan menjadi 2 kategori:

1.) Mahasiswa Yang Suka Bolos

Yups!! Kalian suka bolos kuliah kah. Selamat!! Kalian menjadi salah satu mahasiswa yang dikenal dosen pengampu.

2.) Mahasiswa Yang Suka Telat Masuk Kuliah

Semalem bergadang kah. Atau alarm pukul 06.00 tidak bunyi kah. Atau antri mandi sampe berjam-jam kah. Dan atau apalah-apalah itu. Dan akhirnya, selamat kalian telat masuk kuliah. Well, kalau telatnya cuma sekali–duakali sih masih bisa dikatakan wajar yaa. But, kalau telatnya tiap pertemuan! Nah loh. Selamat!! Kalian menjadi salah satu mahasiswa yang dikenal dosen pengampu.

Dan yang terakhir/ketiga, mahasiswa yang kucluk. What! Apaan sih kucluk itu. Nah, kalau di daerah tempat saya tinggal, kucluk itu seseorang yang aneh/beda dari yang lain/khayal dan atau apalah itu.

Karenanya, pada sub pembahasan kriteria yang satu ini, saya akan memaparkan menjadi banyak kategori. Simak dan catet yaa. Barang kali setelah menyimak dengan baik, kalian mau memilih/menjadikan diri menjadi mahasiswa dengan kriteria kucluk. (piss! just kidd, guys)

1.) Sok Pinter

Mahasiswa yang seperti ini biasanya adalah mahasiswa yang pas ada ujian selesainya paling cepet. Ditempat saya kuliah, setiap UTS/UAS pasti dosen pengampu ikut menjaga berlangsungnya ujian.

Nah, pertanyaannya: Itu mahasiswa emang beneran pinter atau gimana sih, kok ngejawab soalnya cepet banget. (hhehehe)

Dosen saya pernah emosi, pas waktu jam perkuliahan berlangsung. Tidak usah saya tuliskan apa alasan dosen tersebut emosi. Yang jelas, pada waktu itu dosen berkata “dilembar jawaban UTS/UAS kalau jawabannya salah, bisa jadi saya masih memberi apresiasi/nilai. Tapi, kalau soalnya ditulis lagi, saya kasih nilai nol”.

2.) Clemang-clemong

Yang satu ini, sudah pasti disetiap kelas perkuliahan ada manusia dengan karakter sebagai mahasiswa yang demikian. Yakni, clemang-clemong pada saat dosen/pemakalah menyampaikan materi. Well, kalau clemang-clemongnya diimbangi dengan kapasitas otak/keaktivan yang mumpuni sih (okey!). Nah, yang ini nilai tiap mata kuliahnya ancur semua lhoh, aktive di forum diskusi kelas juga nggak. Duh!! Repot yaa.

Dan karenanya, bisa jadi dosen mengenal si mahasiswa disebabkan oleh clemang-clemongnya dan bisa juga karena nilai ancur yang si mahasiswa tersebut miliki (hhuihuihui).

3.) Suka Caper

Lanjut! Yang terakhir dari sub pembahasan kriteria kucluk adalah mahasiswa yang suka caper di depan dosen. Dan oleh karena itu, pada point mahasiswa yang suka caper saya petakan menjadi tiga pembahasan.

a.) Suka SMS dosen

Cie! Sok perhatian banget sih sama dosen.

b.) Bertanya hanya untuk mendapat nilai aktive didalam kelas

Malu bertanya sesat dijalan. Keseringan bertanya nggak pulang-pulang.

c.) Sering membuat forum sendiri didalam kelas perkuliahan

Nah! Lhoh, kalau forumnya bermanfaat atau menyangkut materi yang sedang berlangsung sih masih bisa dimaklumi ya. Eh, ini nih forumnya tentang follower instagram/twitter! (Isss-isss-iss!).

SKIP->

Nah, itu adalah sedikit pengalaman saya selama ini dan barangkali kalian punya pengalaman yang sama/pernah mengamati hal yang sama seperti yang saya temui diatas. Selamat!! Berarti kita sehati (ups!) just kidd guys 😀

Apapun pengalaman yang kita dapat atau hal yang kita amati, pasti ada hikmahnya. Dan karenanya, apapun itu semoga menjadi hikmah yang bisa membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik dihari yang akan datang. Okey!! Ini hanya tulisan disela-sela waktu kosong, tidak ada unsur sindir–menyindir didalamnya.

Semoga kita selalu berada di jalan yang semoga jalan-Nya. Aamiin.

Kudus, 11 Mei 2017

Move On! Sudah Gagal Move On, Tertimpa Kenangan Masa Lalu Pula. Piknikmu Kurang Jauh, Guys!!

Apasih moveon itu! Okey, menurut tafsiran beberapa musafir cinta nih 😀 Move on berarti kita sudah bisa merelakan si do’i untuk pergi. Tentunya! kita merelakannya dengan ikhlas hati, tanpa adanya unsur paksaan dan ataupun sebagainya. 😀

Nah, dari secuplik tafsiran tersebut diatas. Mari kita ingat-ingat kembali, apakah diri ini sudah move on/merelakan si do’i pergi atau justru malah tenggelam dalam lautan perasaan yang begitu menyiksa dan sebagainya (gagal move on). 😀 😀

Keep calm, semua itu butuh proses guys. Kita tidak bisa melupakan kenangan selagi kita tidak amnesia. Namun begitu, jangan berkecil hati. Sebab dengan kenangan yang ada justru akan membuat kehidupan kita menjadi lebih berwarna.

Kenangan sama si do’i! Kalau nggak bisa dilupakan, trus gimana cara kita move on bang?

Sederhana..

Ciptakan kenangan yang baru, untuk mengkolaborasi warna sekaligus menambah rasa pada kenangan masa lalu dalam kehidupan yang kita jalani saat ini.

 

 

 

Lanjut ->

 

Sesuai dengan judul diatas “Move On! Sudah Gagal Move On, Tertimpa Kenangan Masa Lalu Pula. Piknikmu Kurang Jauh, Guys!!”

Seperti apasih ciri-ciri manusia gagal move on? Yes!! Itu adalah pertanyaan yang begitu sering terlintas dalam benak penulis. Dan dari pertanyaan tersebutlah akhirnya penulis memberanikan diri untuk mengkaji lebih dalam perihal gagal move on. 🙂 😀

Dan oleh karena itu, tulisan ini untuk mengawali kajian tersebut sebelum kita beranjak ke kajian yang selanjutnya. Well, simak baik-baik yah.. 😉 🙂

Ciri-ciri Gagal Move On

Masih Suka Stalking Akun Medsos Si Do’i

Ya nggk sih! Kita masih suka kepoin akun medsos si do’i? Jujur deh! Jawab saja iya. 😀

Itu tandanya kita masih belum bisa merelakan si do’i buat pergi dari kehidupan kita 🙂 Karena masih ada rasa yang teramat peduli terhadap keseharian si do’i. 😉

Ah masak sih bang! Yang seperti itu termasuk dalam kategori gagal move on? Why not!! Buktinya! Masih suka kepoin akun medsos si do’i. Iya tho!! 😀

Masih Nyimpen Barang-barang Pemberian Si Do’i

Ah, kan mubadhir bang. Kalau barang-barang pemberian dari si do’i harus dibuang.

Nah loh, itu barang kalau cuma disimpen, rapi ditempat yang kaga terjangkau dari mata kita sih masih wajar ya. But, kalau barang-barang itu kita jadikan konsumsi untuk dilihat mata dan bahkan dilihat oleh mata setiap waktu, itu yang kurang wajar.

Trus solusinya gimana bang! Masak harus dibuang. Atau dijual saja ya? Atau gimana sih!! 😦

Solusi terbaik untuk saat ini adalah memang dengan “dibuang saja itu barang”. Atau kalau nggk gitu, disimpen yang rapi yang jauh! Dari jangkauan pandangan mata, yang sekiranya kita nggk mungkin ngeliat barang-barang tersebut dalam waktu dekat-dekat ini (proses menuju move on). So, jika suatu saat kita sudah move on, kita nggk bakalan baper pas kebetulan/sengaja ngeliat itu barang pemberian dari si do’i. 😀

Suka Nyeritain Kenangan Bersama Si Do’i Ke Temen

Kenapa kita masih suka menceritakan kenangan bersama si do’i sewaktu kita lagi kumpul sama temen-temen kita! 🙂

Karena kita gagal move on!! Betul banget! Itu adalah jawaban yang paling betul yang penulis dapet selama ini. 😀 Kenapa coba kita masih peduli dengan kenangan sewaktu masih ada hubungan sama si do’i. Kalau sudah menjadi kenangan, yasudahlah tak apa. Dan tak perlu dibuat bahan cerita ke temen-temen pas lagi ngumpul. Kalau kita masih suka menceritakan kenangan tersebut yang akhirnya bikin kita baper trus kapan dong kita move on nya! 😀 🙂 😉

Suka Ngedengerin Lagu Yang Bikin Galau

Kalau pada waktu-waktu tertentu saja kita ngedengerinnya lagu yang bikin galau. Penulis rasa itu adalah hal yang wajar. But, kalau tiap hari/waktu/saat kita ngedengerin lagu galau. Itu yang kurang ajar (ups!!) kurang wajar maksudnya. 😀

Ngedengerin lagu yang bikin galau nggk papa yah. Tapi, jangan terlalu sering, ntar yang ada kita baper, trus mewek dikamar 😀 Dan karenanya, solusi terhebat yang penulis temukan, yakni dengan sering-sering mendengarkan sholawat. :-* 🙂

Suka Emosi Kaga Jelas Sewaktu Denger Kabar Bahwa Si Do’i Sudah Bahagia Sama Yang Baru

Oh no!! Kita suka emosi-mosi nggk jelas nih pas denger kabar/cerita kalau si do’i habis hangout/dinner/nge-date sama yang baru. Kenapa kita seperti itu!! Ayolah, relakan dia untuk bahagia dengan yang baru. Begitupun dengan kita, mari mencoba hal-hal yang baru, tentunya hal-hal yang dapat menumbuh kembangkan bakat serta kreativitas kita. Jadikan saja emosi itu sebagai power untuk kita berubah menjadi manusia yang lebih baik. Okey!! 😉

Suka Ngebandingin Si Do’i Sama Orang Yang Lagi Deket Sama Kita

Sewaktu kita putus sama si do’i nih. Pernah nggk sih, langsung punya temen deket/istilahnya sebangsa pelarian? 😀

Kalau jawabnya pernah! Berarti kita sama. 😦 Well, apa kita juga pernah ngebandingin orang tersebut sama si do’i (dalam hati)?

Kalau jawabnya pernah!! Selamat, kita sama lagi. 😀 Dan karenanya, dalam situasi seperti itu, penulis berharap untuk kita nggak ngebadingin antara orang yang lagi deket sama kita dengan si do’i yang tlah jauh pergi. 🙂

Karena apa? Yang ada kita hanya akan melampaui jauh kebebasan untuk menyayangi. Bukankah setiap manusia memiliki karakter yang berbeda? Well, jangan pernah deh! Ngebandingin dia sama si do’i, ntar yang ada bukan dia yang bisa menggantikan si do’i dalam hati. Eh! malah dia yang jadi pelarian kita buat ngelampiasin emosi kita yang disebabkan oleh putusnya kita sama si do’i. 😉 😀

So, jadilah manusia yang bijak, yang bisa menempatkan sesuatu pada tempatnya. Ini hati guys, tempat untuk menyandarkan rasa, bukan tempat untuk memperkaya emosi dan melampiaskannya ke orang lain. :-*

Suka Ngebayangin Kenangan Sama Si Do’i

Pas lagi nganggur nih, kaga ada aktivitas. Apasih yang situ lakukan? Ngebayangin kenangan sama si do’i!!

Yaa Tuhan. Kalau setiap nganggur kita selalu melakukan hal tersebut. Berarti: Selamat! Kalian adalah termasuk dalam kategori generasi gagal move on. 😀

Bisa kan! Mencari kesibukan/aktivitas yang lebih bermanfaat, supaya tidak selalu membuang-buang waktu dengan ngebayangin kenangan sama si do’i. :-*

 

 

Skip ->

 

Nah, itulah beberapa ulasan terkait ciri-ciri gagal move on. Well, mana kaitannya dengan piknikmu kurang jauh, bang? 😀 Okey, sabar yah. Ini adalah studi kasus yang penulis alami secara real yang juga menjadi keluh kesah penulis selama menjalani proses move on. Ups!! (huihuihui) 😀 🙂 😉 😀 😀

Selama proses move on, penulis sering pergi ke tempat dimana dulu penulis dan si do’i sering kunjungi. Contoh, seperti di pantai, angkringan, gunung dll.

Nah dari situ penulis merasa. Oh iyaa-ya!! Ternyata penulis belum bisa move on, buktinya masih suka ke tempat-tempat favorite sewaktu masih sama si do’i. 😦 Kalau cuma hangout/mencari inspirasi sih wajar ya. Tapi, ini sambil ngebayangin kenangan sama si do’i loh!! Parah banget! 😦 🙂 Tapi nggk papa, kalau nggk seperti itu, mana mungkin penulis bisa bercerita seperti ini kepada kalian 😀 yaa nggk! 😉 🙂

Dan karenya, kalau hanya sekedar ingin mencari inspirasi (nggk ingin mengenang, kenangan sama si do’i ditempat yang biasa kalian kunjungi berdua) baiklah, have fun! Kalau mau ke tempat favorite yang biasa kalian (sama si do’i) kunjungi, yang penting jangan baper. Dan kalau masih baper! Coba cari tempat lain untuk menemukan segudang inspirasi.

Dan kalau masih belum mau melakukan tips disela-sela uraian yang seperti tertulis diatas. Maka selamat! Kalian gagal move on karena piknik kalian kurang jauh (heuheuheu). 😀 🙂 😀 😉

Okey-okey, just kidd guys. Ini hanya tulisan disela-sela waktu kosong. Dari pada nganggur, ya kan! Mendingan nulis, barang kali jadi inspirasi buat kalian yang membutuhkan. :-* 😀 Dan akhir kata, semoga menginspirasi 🙂 Tidak ada unsur singgung–menyinggung dalam tulisan ini 😀

See you…….. 🙂 :-* 😀 😉

Kudus, 08/05/17

Jum’at Telah Tiba, Al-Kahfi Jangan Lupa Yaa

Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh.
[Jum’at Telah Tiba, Al-Kahfi Jangan Lupa Yaa]

Ke Samarinda naik sepeda,
Singgah di pasar beli kedondong,
Hari Jum’at walaupun banyak agenda,
Baca Al-Kahfi nya tetap jalan dong 🙂

Beli kedondong dapatnya delapan,
Kedondongnya dibikin jadi asinan,
Hei teman, kalau Al-Kahfi nya sudah jalan,
Sunnah lainnya jangan sampai ketinggalan 🙂

“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.”
(HR. An Nasa’i dan Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6470)

Wassalamua’laikum warohmatullohi wabarokatuh.

Karena Ikhlas Itu Tak Terucap Sedangkan Sabar Itu Tak Berujung

Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh.
[Ikhlas Tak Berucap, Sabar Tak Berujung]

“Aku loh, ikhlas.”
“Eh, sabar tuh ada batasnya juga, tahu!”

Sering kan kita mendengar kalimat seperti itu? Atau justru kitalah yang kerap kali berujar begitu?
Astaghfirullohaladzim….

Saudaraku, jika diantara kita masih terucap kata ikhlas, ketahuilah bahwa sebenarnya diri ini belum sepenuhnya ikhlas, karena jika hati benar-benar ikhlas, kata ikhlas itu sendiri tidak akan terucap di bibir kita.

Dan jika sabarmu atau sabarku masih berbatas, patutlah kita untuk memperbaiki iman di dalam hati, karena sabar yang sesungguhnya itu tiada ujung, tiada batas penghitung.

Untukku, untukmu dan untuk kita semua.. Tetaplah semangat memperbaiki diri. 🙂

Wassalamua’laikum warohmatullohi wabarokatuh.

Ada Beberapa Golongan Orang Yang Dido’akan Malaikat, Semoga Kita Semua Termasuk Dalam Golongan Tersebut. Aamiin  

 

 

 

1.) Orang yang tidur dalam keadaan bersuci/wudlu


“Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ’Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci”. (HR Imam Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar)

 

 

 

2.) Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat


“Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya ’Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia’ (HR Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim 469)

 

 

 

3.) Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah


“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang – orang) yang berada pada shaf – shaf terdepan” (Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra’ bin ’Azib)

 

 

 

4.) Orang-orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf)


“Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf” (Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah)

 

 

 

5.) Para malaikat mengucapkan ’aamin’ ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah


“Jika seorang Imam membaca ’ghairil maghdhuubi ’alaihim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ’aamiin’, karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu” (HR Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 782)

 

 

 

6.) Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat


“Para malaikat akan selalu bershalawat (berdoa) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, ’Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia’” (HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106)

 

 

 

7.) Orang-orang yang melakukan shalat shubuh dan ’ashar secara berjama’ah


“Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat ’ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat ’ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, ’Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?’, mereka menjawab, ’Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat’” (HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no.9140)

 

 

 

8.) Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan


“Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ’aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan’ (HR Imam Muslim dari Ummud Darda’, Shahih Muslim 2733)

 

 

 

9.) Orang-orang yang berinfak


“Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, ’Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak’. Dan lainnya berkata, ’Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit’” (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 1442 dan Shahih Muslim 1010)

 

 

 

10.) Orang yang sedang makan sahur


“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa) kepada orang-orang yang sedang makan sahur” Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa”sunnah” (HR Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, dari Abdullah bin Umar)

 

 

 

11.) Orang yang sedang menjenguk orang sakit


“Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh” (HR Imam Ahmad dari ’Ali bin Abi Thalib, Al Musnad 754)

 

 

 

12.) Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain


“Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain” (HR Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily)

Wallahu A’lam Bishawab. Semoga kita semua termasuk dalam golongan-golongan di atas. Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin. 🙂

Cinta Dan Benci Karena Alloh

Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh..

[Cinta Dan Benci Karena Alloh]

Pernah cinta kepada sesuatu? Tentu pernah.
Pernah benci kepada sesuatu? Tentunya juga pernah.
Manusia dalam menjalani kehidupan adakalanya merasakan cinta dan benci, baik kepada sesuatu, seseorang, maupun hal lainnya.
Satu hal yang sering dilupakannya, manusia terkadang berlebihan dalam mengekspresikan cinta dan bencinya; terlalu cinta hingga lupa segalanya, terlalu benci hingga menjadi tidak baik semuanya.
Mengapa begitu? Mengapa cinta dan benci melebihi kadarnya, hingga lupa kepada Dzat yang memberi rasa? Mengapa tidak disikapi biasa saja?

Saudaraku…
Mencintalah karena Alloh.
Membenci pulalah karena Alloh.
Jangan libatkan apa-apa selain daripada Alloh.

“Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Alloh mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah [2]:216)

Wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh..

Alloh, Tempat Segala Pinta Tercurah

Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh..

[Alloh, Tempat Segala Pinta Tercurah]

Jika diri ini sedih, kemana tempat mengadu?
Jika diri ini kecewa, kemana tempat bercerita?
Jika diri ini gelisah, bingung, bahkan putus asa, kemana tempat berkeluh kesah?
Kemana tempat mengadu ketika hati merasa sepi tak bertepi?
Bercerita kepada sahabat, mengadu kepada kerabat, atau menangis di saat malam telah pekat?
Saudaraku, sadarilah..
Kita punya pelindung yang Maha Kuat.
Kita punya tempat bernaung jika kehidupan terasa penat.
Kita punya Rob yang menjanjikan surga bagi hamba-Nya yang taat.
Jangan pernah ragu untuk meminta, jangan pernah lelah untuk berucap.
Sampaikan..
Ucapkan…
Adukan segala kesusahan.
Alloh tidak akan mengabaikan do’a hamba-Nya yang ditimpa kesulitan.

Wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh..

If You Think

If you think BIG, you get BIG. You think small? You get small. But, if you think of Alloh, not only you’ll have something BIGGER. But you will have everything 🙂 people, no matter how BIG is your dreams, Alloh is the GREATEST ~